Subscribe to this RSS feed
Menu
Kamis, 17 Januari 2019 | 9:17:17 am

Rampas NTB Sebut Aksi Penolakan Neno Warisman Bentuk Rasa Panik

Rampas NTB Sebut Aksi Penolakan Neno Warisman Bentuk Rasa Panik

MN, MATARAM --Relawan Pemenangan Prabowo-Sandi (Rampas) NTB angkat suara terkait dengan adanya aksi penolakan kedatangan Neno Warisman ke Lombok NTB yang digelar oleh massa yang tergabung dalam Koalisi Cinta Damai (KCD) NTB pada Senin (24/12/2018).

Rampas NTB menilai bahwa aksi tersebut merupakan bentuk mempertontonkan rasa panik. Ketua DPW Relawan Pemenangan Prabowo-Sandi (Rampas), Achmad Sahib mengingatkan peserta aksi untuk tidak mempertontonkan kekonyolan dan kebodohan.

Menurutnya, tingkat intelektual masyarakat NTB sudah cerdas dan kritis. “Konyol dan mempertontonkan kepanikan. Jangan pertontonkan kebodohanlah. Tingkat intelektual warga NTB makin cerdas dan kritis karena sudah belajar dari tipu muslihat pemimpin yang berselubung di balik surban, maka hari ini Rakyat NTB yang mayoritas Islam paham mana tokoh yang layak jadi panutan dan mana yang cuma untuk sahwat ambisi,” tegasnya.

Ia pun menambahkan, mayoritas masyarakat NTB ikut hasil Ijtima Ulama. “Dan kenyataan bahwa warga NTB ikut Ijtima Ulama yang menjadi panutan dan itulah pilihan," pungkasnya.

Baca juga: Koalisi Cinta Damai Tolak Kedatangan Neno Warisman ke NTB

Sementara itu sebelumnya dalam aksi Koalisi Cinta Damai (KCD) NTB lewat koordinator aksi Taufik Hidayat menyampaikan, bahwa aksi penolakan kedatangan Neno Warisman tanpa didasari atau didorong kepentingan perseorangan ataupun calon tertentu dalam politik.

Penolakan ini menurutnya murni sebagai bentuk sikap masyarakat yang terdidik untuk mencerna dan mengenali misi seorang tokoh menyampaikan dakwah di Lombok.

“Tidak ada niatan yang aneh. Kami tidak menolak BPN Prabowo-Sandi,  yang kami tolak adalah Neno. Kita ketahui bersama di berbagai daerah yang dihadiri oleh Neno Warisman selalu kontroversial,” ucapnya.

Menurutnya, tak hanya di NTB, kunjungan dalam misi dakwah Neno Warisman di berbagai daerah juga ditolak. Hal mendasar inilah yang kemudian Koalisi Cinta Damai ini menyatakan sikap untuk berbuat hal yang sama.

“Kami menolak segala bentuk penyebaran informasi Hoax, serta mendukung terciptanya Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 yang damai,” pungkasnya. --(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS
loading...